Apakah cinta sejati itu? Siapakah yang sesungguhnya mencintaiku dengan benar dan nyata? Darimanakah aku akan mendapatkannya?
Apakah cinta sejati itu? Siapakah
yang sesungguhnya mencintaiku dengan benar dan nyata? Darimanakah aku akan
mendapatkannya?
Salah
satu hal yang sangat dibutuhkan setiap orang adalah “kasih” atau “sayang” atau
yang lain menyebut “cinta.” Akan tetapi ada beberapa orang yang merasa tidak
membutuhkannya, dengan terus mengatakan “aku tidak membutuhkan cinta”, “aku
tidak membutuhkan sayang”, “aku tidak membutuhkan kasih,” “aku tidak
membutuhkan perhatian”! namun jika ditelusuri lebih dalam, hal ini sebenarnya tidak
benar. Realita yang terjadi adalah banyak orang mengalami kekecewaan ketika
mengasihi, menyayangi dan mencintai. Kekecewaan, luka hati, patah hati dan
ekspektasi yang terlalu tinggi dan akhirnya ketika tidak tercapai membuat
manusia kecewa dengan cinta. Semua hal ini membuat mereka trauma dan tidak
percaya lagi dengan cinta.
Sebenarnya
apakah cinta sejati itu? Siapakah yang sanggup mencintaiku dengan cinta yang
benar, yang sungguh, yang nyata dan yang sejati???? Jika aku hanya berharap
kepada manusia yang kucintai, aku sulit untuk memperolehnya! Ketika yang
kucintai tidak melakukan apa yang ku impikan maka aku akan kecewa! Dari dalam
diriku, mungkin aku bisa berusaha untuk setia, tapi apakah ia akan setia? Dalam
komitmenku aku akan selalu memberikan yang terbaik untuknya, tapi apakah ia
akan menerima semua itu? Atau malah menolaknya? Atau apakah ia akan menghargai seluruh
pengorbananku itu?
Firman
Tuhan menyatakan bahwa kasih sayang dan cinta selalu diidentikkan dengan
PENGORBANAN. Itulah cinta sejati! Cinta sejati bukan hanya dengan perkataan dan
lidah! Namun dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yoh. 3:18). Jika kamu mau mengasihi dengan benar, maka
harus berkorban! Namun, manusia sangat sulit untuk melakukan hal itu. Banyak
yang mengasihi, jika itu menguntungkan bagi mereka! Jika untuk rugi, untuk
apa?? Tapi ada satu Pribadi yang ku kenal yang sangat mencintaiku dengan benar,
dengan sungguh dan sejati! Saat aku salah, Ia selalu memaafkan aku, saat aku mengecewakanNya,
Ia tetap memandangku! Saat aku sendiri dan mengeluarkan Dia dari zona hidupku,
Ia tidak meninggalkanku. Aku kadang malu, mengapa Ia begitu mencintaiku?
Mengapa Ia sangat memperhatikan aku? Padahal aku tidak layak, aku hanya seorang
manusia yang selalu melukai dan mendukakan hatiNya. Dari semua hal ini aku
sadar, bahwa Dialah cinta sejatiku, yang selalu ada bagaimanapun keadaanku. Dia
tidak pernah memandangku rendah, lemah dan tidak berguna, meski sesungguhnya
aku orang kecil, miskin, hina dan dina. Coba anda pikirkan, dari mana lagi aku
dapat memperoleh cinta seperti ini?? jika aku lari ke ujung bumi, jika aku
terbang dengan sayap fajar dan membuat kediamanku di ujung laut, dan jika aku
menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, aku tidak akan mendapatkan cinta
seperti ini! hanya Dia, ya Dia.. hanya Dia yang dapat memuaskan aku! Hanya Dia
yang sungguh-sungguh mencintaiku. Saat aku mencintai pribadi lain, mungkin akan
bertahan bertahun-tahun, jika aku mencintai pribadi lain dan pergi
meninggalkannya, paling kuat ia akan menunggu dan mencariku satu tahun saja!
Tapi, Dia... Dia menunggu dengan tangan terbuka, Dia menunggu setiap orang yang
Ia kasihi agar kembali kepadaNya.. Ia tidak pernah lelah memandangku dan
menungguku untuk kembali kepada-Nya! Siapakah Dia?? Dia adalah Yesus, yang
telah mati di kayu salib untuk menunjukkan kasih-Nya kepadaku, supaya aku tidak
binasa di neraka karena dosa yang aku buat sendiri. Mati saja untukku Dia mau,
hanya untuk membuktikan cinta-Nya padaku! Apa lagi yang perlu aku takutkan???
Kesetiaan-Nyakah??? Jumlah kasih-Nya padakukah??? Atau perhatian-Nya??? Ketika
aku masih seteru dengan-Nya, Ia tetap membuktikan cinta-Nya dengan kematian-Nya
untukku.
Aku
sangat berbahagia ketika dicintai oleh-Nya! Aku akan belajar juga untuk
mencintai-Nya seperti Ia mencintaiku (meskipun itu tidak akan mungkin), aku
akan berusaha untuk setia pada-Nya, aku akan berusaha untuk jadi kekasih-Nya
yang sejati, yang tidak akan menduakan-Nya.
Melalui
semua PENGORBANAN-Nya dan cintanya yang kekal, maka nikmat cinta manalagi yang
kau dustakan????
Komentar
Posting Komentar