APAKAH YESUS DICIPTAKAN?
A.
PENDAHULUAN
Yesus yang sering disebut Kristus adalah
salah satu tokoh yang paling banyak diperdebatkan. Dalam kitab-kitab Kristen,
Yesus dilukiskan seperti Pribadi yang menyamai Allah. Di sisi lain, Yesus juga
dilahirkan oleh manusia yaitu perawan Maria. Hal ini menunjukkan seolah-olah
Yesus adalah ciptaan sama seperti manusia lain yang dilahirkan. Alkitab
menuliskan memang Yesus dilahirkan oleh seorang perawan namun kejadiannya
dahsyat, Ia bukan dilahirkan karena keinginan laki-laki, Ia dikandung dari Roh
Kudus dan kelahiran, kehidupan serta kematian-Nya sesungguhnya sudah dinubuatkan
di kitab-kitab Musa dan para nabi (Mat. 26:56; Luk. 24:27, 44;Yoh. 1:45; 5:46 ).
Agama lain, tidak mengakui Yesus adalah
Allah. Dia hanya manusia seperti nabi-nabi lain. Ia hanya nabi dan tidak lebih
dari seorang guru. Bagi mereka, Ia juga utusan Allah dan manusia yang
diciptakan untuk rencana Allah, sebab, bagi mereka tidak mungkin Allah diperanakkan.
B.
PEMBAHASAN
Dalam bidang teologi, ilmu teologi
Kristen yang berpusat pada Alkitab, yang mengenalkan Yesus atau Kristus disebut
Kristologi. Pada bidang ini sifat-sifat Yesus, natur, keberadaan dan status-Nya
akan dibahas. Namun untuk membahas semua hal itu, akan memerlukan waktu yang
lama. Maka, pada tulisan ini akan lebih dikhususkan membahas tentang apakah Yesus diciptakan?
I.
Apakah itu ciptaan?
Jika
kita membahas kata “ciptaan” maka tidak terlepas dari “pencipta” dan “ciptaan.”
Ciptaan adalah hasil karya dari seseorang. Usaha yang dilakukan supaya ciptaan
ada adalah mencipta. Orang yang mencipta disebut pencipta. Jadi, jelas jika ada
yang diciptakan maka harus ada penciptanya dan pencipta itu disebut pencipta
jika sudah ada ciptaannya.
Pada
kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang disebut sebagai Pencipta adalah
Allah. Kitab Kejadian menyatakan bahwa Allah adalah Sang Pencipta, Ia
menciptakan langit dan bumi dan segala isinya. Dalam Roma 11:36 dikatakan,
sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia, kepada Dia. Bagi Dialah
kemuliaan sampai selama-lama-Nya. Artinya, Allah adalah Pencipta, ciptaan ada
oleh Dia dan semua itu Dia ciptakan untuk Dia. Sehingga, Pencipta adalah Allah.
Allah yang ada di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Kejadian
mengisahkan bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu, namun jika
diperhatikan ketika menciptakan manusia, Allah seolah-olah berdiskusi dengan
Pribadi lain (Kej.1:26). Dalam bahasa Ibrani, kasusnya juga jamak (elohim; im=
jamak). Maka hal ini menunjukkan seolah-olah Allah terlihat lebih dari satu
atau jamak. Siapakah pribadi yang diajak Allah untuk berkomunikasi tersebut?
Apakah ada mahkluk lain selain Ia di sana? Apakah itu malaikat? Jika itu
malaikat, maka akan terasa janggal, malaikat menciptakan manusia karena pada
dasarnya, malaikat adalah suruhan Allah. Nah, Siapakah Dia?
Pada
kasus lain di Perjanjian Baru, ada seorang
Pribadi yang diutus ke dunia, Pribadi itu disebut Anak Allah, nabi,
guru, ada juga yang mengatakan bahwa Pribadi itu adalah Kristus, Mesias dan
lain-lain. Cara kelahiran-Nya, kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, kematian-Nya juga
sudah dinubuatkan beratus-ratus tahun yang lalu sebelum keberadaan-Nya di bumi.
Hal ini menyatakan bahwa Yesus adalah Pribadi yang spesial dan berbeda dengan
ciptaan Allah yang lain. Ia juga dapat melakukan berbagai-bagai mukjizat
seperti menyembuhkan yang sakit (segala jenis sakit), kecacatan juga Ia
sembuhkan, mengusir setan, mengatur alam (badan dan taufan takluk padanya),
berjalan di atas air, melipatgandakan makanan, mengampuni dosa bahkan
membangkitkan orang mati. Tidak hanya membangkitkan orang mati tetapi Ia juga bangkit dari kematian dan menampakkan diri
kepada rasul-rasul, murid-murid dan orang-orang selama empat puluh hari (Kis.
1:3). Segala hal yang ia lakukan mencirikan sifat Allah. Tidak ada satu pun
manusia ataupun ciptaan yang dapat melakukan mukjizat-mukjizat seperti yang
dilakukan Yesus yang tertulis dalam kitab-kitab Injil. Hal ini menimbulkan
banyak pro dan kontra tentang Yesus. Nah, siapakah Dia? Apakah dia manusia yang
adalah juga ciptaan? Atau Allah yang menjelma menjadi manusia?
II.
Apakah Yesus Ciptaan dan diciptakan?
Pada
bagian ini akan dibahas apakah Yesus ciptaan atau diciptakan. Seperti yang
dituliskan oleh Injil Sinoptik bahwa Yesus dilahirkan oleh perawan Maria di
Betlehem di tanah Yudea. Dia adalah keturuna Daud. Ia juga lahir bukan dari
hubungan daging antara laki-laki dan wanita, Ia dikandung dari Roh Kudus di
dalam Maria (Luk. 1:35) bahkan ketika Ia lahir, orang-orang majus dan para
gembala datang sujud menyembah Dia dan membawa persembahan (Mat. 2:1-12; Luk.
2:8-20). Kehidupan-Nya juga sudah dituliskan berabad-abad lalu di Perjanjian
Lama (Mat. 26:56; Luk. 24:27, 44;Yoh. 1:45; 5:46). Yesus juga dengan tegas
menyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada-Nya adalah penggenapan dari
kitab-kitab Perjanjian Lama (Mat. 26:56). Hal ini ditegaskan juga oleh kitab
Matius di mana setiap lini kehidupan Yesus, Matius selalu menuliskan, “maka
genaplah” (Mat. 1:22; 2:15, 17, 23; 4:14; 8:17; 12:17; 13:14, 35; 21:4; 27:9).”
Hal ini dituliskan untuk mengenalkan Yesus yang sudah dinubuatkan itu dalam
kitab-kitab Perjanjian Lama. Jadi Firman Tuhan ini membuktikan bahwa keberadaan
Yesus di dunia ini bukan asal-asalan. Akan tetapi memiliki tujuan khusus bagi
seluruh ciptaan di mana kedatangan-Nya ke dunia sudah dari dulu direncanakan. Adakah
ciptaan atau yang diciptakan mengalami hal yang seperti ini dalam
kelahiran-Nya?
Injil
Yohanes mencatat bahwa keberadaan Yesus yang adalah Firman sudah ada sejak
permulaan (ἀρχῇ =arkhe; bah. Yunani). Bukan hanya
keberadaannya sejak permulaan tetapi, Ia juga adalah Allah dan sudah
bersama-sama dengan Allah Bapa. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada
suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Yoh 1:3).
Dengan jelas ayat ini menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang adalah Pencipta,
bukan ciptaan. Jika kita perhatikan yang menulis ini adalah Yohanes. Murid Yesus
yang bersama-sama Dia, sehingga tulisan ini valid. Ini Firman Tuhan yang jelas,
yang menyatakan siapa Yesus, eksistensi keberadaan Yesus dan hubungan-Nya
dengan Allah Bapa.
Kitab Yohanes juga mendemonstrasikan Yesus penuh
kemuliaan dalam kitabnya. Kemuliaan yang hanya dimiliki oleh Allah Yahweh di
Perjanjian Lama. Terlebih lagi penggunaan kata ego eimi (ἐγώ εἰμι) yang digunakan
sebanyak tujuh kali. Jika kita perhatikan dalam Septuaginta, kata ini dipakai oleh penulis untuk Allah
Yahweh di Perjanjian Lama saat mengenalkan dan menyatakan diri-Nya kepada Musa
(Kel. 3:14). Dari hal ini dapat dilihat
bahwa Rasul Yohanes ingin secara langsung mengenalkan Yesus yang sifat Ilahinya
adalah Yahweh, di mana Yahweh adalah Allah dan Yesus memiliki sifat itu atau
Yesuslah Allah itu sendiri.
Selanjutnya dalam surat-surat Paulus hal demikian juga
dapat ditemukan. Pada Kolose 1:15-22, disebutkan Yesus adalah gambar Allah yang
tidak kelihatan, lebih utama dari segala yang diciptakan karena di dalam Dialah telah
diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang
kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik
pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala
sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat.
Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia
yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan
diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia
mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya
dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani
Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak
bercacat di hadapan-Nya. Pada bagian ini ada beberapa hal yang dengan jelas dan
tegas dinyatakan yaitu: Pertama, Yesus adalah gambar Allah, kepenuhan Allah
ada di dalam Dia, artinya Dia adalah Allah. Kedua,
Ia lebih utama dari yang diciptakan. Hal ini bukan berarti Dia diciptakan,
namun Ia lebih mulia dari semua ciptaan. Ketiga,
keberadaan-Nya sudah ada sejak dahulu atau sejak kekekalan atau arkhe. Keempat, segala sesuatu ada di dalam Dia dan karena Dia. Kelima, Ia adalah Pendamai, seorang
Penebus yang mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya baik yang ada di bumi
ataupun di Sorga. Maka dari surat Kolose 1:15-22, menyatakan bahwa Yesus tidak
diciptakan melainkan Yesuslah Pencipta itu.
Dalam surat lain yaitu Ibrani juga dinyatakan bahwa oleh
Yesus, Allah telah menjadikan alam semesta. Yesus adalah cahaya kemuliaan dan
gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan Firman-Nya dengan penuh
kekuasaan (Ibr.1:2b-3). Dari nats ini jelas dinyatakan bahwa Yesus bukan
ciptaan, Yesus adalah gambar dan wujud Allah itu sendiri, Ia menopang segala
sesuatu. Artinya Dia yang mengatur segala ciptaan, berarti Ia Pencipta.
Yohanes
juga dalam suratnya (1 Yoh 5: 20), “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah
datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal
Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus.
Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal”. Ayat ini menyatakan dengan tegas bahwa Yesus bukan ciptaan melainkan
Pencipta atau Allah. Ia Allah yang benar dan hidup-Nya kekal.
Bukan hanya itu, dalam setiap doksologinya, Rasul Paulus
juga menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Roma 9:5b, “Ia adalah Allah yang harus dipuji
sampai selama-lamanya. Amin!, Memang
doksologi ini masih diperdebatkan, antara doksologi dependen dan independen.
Namun jika diperhatikan penggunaan grammarnya seperti yang dituliskan oleh
teolog kitab Roma yaitu C. E. B Cranfield, frasa itu adalah doksologi dependen
(terikat). Maka, doksologi itu untuk Yesus yang adalah Allah yang harus dipuji
sampai selama-lamanya. Dari hal ini kita menyadari jika Yesus adalah Allah, Dia
Pencipta bukan diciptakan.
Berdasarkan fakta-fakta Alkitab ini mulai dari Perjanjian
Lama sampai ke perjanjian Baru menyatakan bahwa Yesus bukanlah ciptaan atau
Yesus tidak diciptakan melainkan Ia adalah Pencipta, Ia adalah Allah. Dalam
iman Kristiani menyatakan Dia adalah Allah pribadi ke-dua yaitu Allah Anak,
yang sudah ada sejak permulaan dan permulaan-Nya kekal.
C.
KESIMPULAN
Yesus bukan ciptaan, Alkitab menyaksikan
dengan tegas dan jelas bahwa Yesus bukan diciptakan, malahan Dialah Pencipta
itu. Jika ada hal-hal yang tertulis yang membuat seolah-olah Yesus diciptakan,
itu bukan menyatakan bahwa Yesus diciptakan. Namun itu semua dituliskan untuk
menyatakan betapa mulia-Nya Allah dan tidak terpikirkannya jalan-jalan Tuhan
dalam sejarah Penciptaan. Itu semua juga dituliskan untuk menggenapi nubuatan
Allah akan janji keselamatan yang ada
di Perjanjian Lama melalui Yesus Kristus.
Oleh karena itu, Yesus bukanlah diciptakan. Dia adalah Pencipta.
Komentar
Posting Komentar